TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKSI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN

Oleh Muksil

ABSTRAK
Artikel ini disajikan bertujuan ingin memaparkan keuntungan dan kerugian dari pemanfaatan Information and Communication Technology/Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT/TIK) dalam kegiatan proses pembelajaran bahasa. Temuan yang didapat bahwa penggunaan ICT/TIK dalam proses pembelajaran bahasa memiliki efek positif dalam pencapaian hasil pembelajaran. Walau demikian, tetap masih memiliki keterbatasan dan kelemahan. Seperti masih kurangnya kemampuan guru dalam pemanfaatan ICT, masalah finansial, dan masalah keterbatasan pengetahuan tentang ICT atau ketidaksiapan siswa memanfaatkan ICT secara optimal.
Di sini penulis ingin mengajak atau berkomitmen bahwa kita harus menyadari, baik keuntungan maupun kerugian dari penggunaan ICT/TIK, sehingga bisa membawa dampak positif dalam peningkatan proses pembelajaran bahasa.secara utuh.


A. PENDAHULUAN
Saat ini TIK berkembang sangat pesat. Dengan pesatnya perkembangan TIK tentu saja memiliki dampak positif dan negatifnya. TIK saat ini juga berpengaruh terhadap kehidupan. Dalam kehidupan di abad modern sekarang ini hampir tak ada ranah kehidupan sosial manusia yang tak tersentuh oleh pesatnya laju teknologi.
Melihat hal tersebut, salah satu kebijakan pembangunan pendidikan seperti yang tertuang dalam RENSTRA (rencana strategis) Kementerian Pendidikan Nasional adalah pemanfaatan ICT atau TIK. Pemanfaatan ICT dalam pengelolaan manajemen pendidikan maupun pemanfaatan ICT dalam berbagai kegiatan pendidikan, terutama dalam kegiatan proses pembelajaran.
Kini salah satu kebijakan pemanfaatan ICT/TIK Kemdiknas untuk pendidikan adalah membangun jejaring (network) pendidikan nasional.
B. PEMBAHASAN
1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Ilmu pengetahuan merupakan usaha manusia untuk memahami gejala dan fakta alam dan melestarikan pengetahuan tersebut secara konseptual dan sistematis. Sedangkan teknologi adalah usaha manusia untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan itu untuk kepentingan dan kesejahteraan. Karena hubungan tersebut maka perkembangan ilmu pengetahuan selalu terkait dengan perkembangan teknologi, demikian pula sebaliknya.
Tidak mengherankan bahwa bukan saja perkembangannya semakin cepat tapi peranan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat modern bertambah lama bertambah penting. Sejalan dengan itu, produk teknologi tidak secara langsung digunakan sebagai alat dan bahan untuk kegiatan pembelajaran. Teknologi yang secara langsung relevan dengan pembelajaran adalah yang disesuaikan dengan makna tujuan pembelajaran itu sendiri.
Teknologi informasi dan komunikasi memiliki hubungan yang sangat erat., Teknologi informasi lebih pada system pengolahan informasi sedangkan teknologi komunikasi berfungsi untuk pengiriman informasi (information delivery). Pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah memadukan dua unsure, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi menjadi teknologi informasi dan komunikasi. Dengan tujuan siswa dan guru memiliki kompetensi untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi bersama-sama.
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkembang dengan pesat.Hal ini dipicu dengan adanya berbagai penemuan baru hasil penelitian para pakar dalam bidang teknologi. Perkembangan TIK berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan. Bahkan, banyak aktivitas dan prilaku manusia yang bergantung pada TIK termasuk di dalamnya kegiatan pembelajaran.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001) dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke, di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Menyadari hal tersebut, perlu adanya pemanfaatan TIK yang lebih maksimal dalam pembelajaran di sekolah dengan tujuan peningkatan efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran. Dengan cara inilah perubahan peningkatan mutu pendidikan akan tercapai.
2. TIK dalam Pembelajaran
Potensi TIK sangat besar dalam menunjang optimalisasi sekolah. Oleh karena itu, TIK memiliki peranan di antaranya:
1. memperluas kesempatan belajar;
2. meningkatkan efisiensi belajar;
3. meningkatkan kualitas belajr;
4. meningkatkan kualitas mengajar;
5. memfasilitasi pembentukan keterampilan;
6. mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan;
7. meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen;
8. mengurangi kesenjangan digital.
Selain itu, TIK juga dapat membantu menciptakan kondisi belajar yang kondusif bagi mental siswa, peran penting dari teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah menyediakan seperangkat media dan alat (tools) untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan siswa, serta tentu saja memberi keterampilan penggunaan teknologi tinggi (advanced skills).
Menurut Reeves (1998) untuk kepentingan pembelajaran di sekolah terdapat dua pendekatan pokok dalam penggunaan teknologi, yaitu para siswa dapat belajar “dari” dan “dengan” teknologi. Belajar “dari” teknologi dilakukan seperti dalam penggunaan computer-based instruction (tutorial) atau integrated learning system. Belajar “dengan” teknologi adalah menggunakan teknologi dalam lingkungan pembelajaran konstruktivisme (contructivist learning environments).
Dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, para ahli meneliti dan mengembangkan berbagai model, lanjut Woodbridge (2004). Beberapa catatan penting dari model tersebut adalah:
1. Teknologi (TIK) berperan pada tiga fungsi: pertama menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan mengasyikan (efek emosi). Kedua membekali kecakapan siswa untuk menggunakan teknologi tinggi. Ini menjawab tantangn relevansinya dengan dunia di luar sekolah. Ketiga teknologi berfungsi sebagai learning tools dengan program-program aflikasi dan utilitas, yang selain mempermudah dan mempercepat pekerjaan, juga memperbanyak variasi dan teknik-teknik analisis dan interpretasi.
2. Emosi positif, keterampilan menggunakan teknologi dan kecakapan dalam memanfaatkan program-program dan utilitas itu merupakan bekal dan conditioning yang positif bagi pengembangan kemampuan intelektual siswa melalui:
a. pengembangan kemampuan mencipta, memanipulasi, dan belajar;
b. berlatih dengan tugas-tugas yang berbasis penyelesaian masalah
c. membangun lingkungan belajar konstruktivis.

3. TIK dalam Pembelajaran Bahasa
Memasuki abad ke-21 bidang TIK berkembang dengan pesat yang dipicu oleh temuan dalam berbagai bidang. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan prilaku dan aktivitas manusia ini banyak bergantung kepada TIK. Perkembangan TIK telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Terjadi pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu dari ruang kelas ke, di mana saja, dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja.
Interaksi antara guru dengan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula, siswa dapat memperoleh informasi yang luas dari berbagai sumber melalui internet.
Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang terhubung dengan internet sebagai media utamanya mampu memberikan konstribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan.
Mengingat eratnya hubungan TIK dalam peningkatan mutu pendidikan, maka dalam pembelajaran bahasa seorang guru dituntut untuk melek teknologi yang selanjutnya akan menguasai keterampilan dan kecakapan yang luas tentang TIK. Hartoyo (2010) di samping meningkatkan kecakapan dalam menggunakan TIK, guru mengemban peran baru berhubungan dengan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran bahasa. Peran baru guru dalam lingkungan sarat TIK adalah sebagai berikut:
1. Guru sebagai fasilitator dan pemandu;
2. Guru sebagai interogator media;
3. Guru sebagai peneliti;
4. Guru sebagai perancang skenario pembelajaran yang kompleks;
5. Guru sebagai kolaborator;
6. Guru sebagai pakar teknologi, siswa, dan kurikulum;
7. Guru sebagai pelajar
8. Guru sebagai evaluator.
Selanjutnya Hartoyo (2010) mengemukakan beberapa persyaratan untuk mencapai perpaduan TIK dalam pembelajaran bahasa [Inggris] yang berhasil adalah: 1) keterjangkauan; 2) personil; 3) pelatihan guru; 4) kesungguhan dalam pemanfatan TIK; 5) pendekatan pembelajaran bahasa yang berpusat pada siswa; 6) komitmen penuh dari seluruh komunitas sekolah; 7) kelas belajar dengan visi, dukungan dan kepemimpinan proaktif. Yang perlu disadari oleh semua guru bahasa dalam meningkatkan mutu pendidikan, ICT/TIK tidak serta merta membawa kita pada budaya belajar baru, namun hanya menawarkan perubahan ke arah perbaikan mutu atau hasil pembelajaran bahasa yang lebih baik.
Sebelum membahas tentang kekurangan dan kelebihan pembelajaran bahasa memanfaatkan ICT/TIK. Alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurang ICT/komputer. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan komputer atau ICT dalam proses pembelajaran, di antaranya:
1. Kelebihan Komputer/ ICT
Heinich dkk. (1986) mengemukakan sejumlah kelebihan dan juga kelemahan yang ada pada medium komputer/ICT Aplikasi komputer sebagai alat bantu proses belajar memberikan beberapa keuntungan. Komputer memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat siswa dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Penggunaan komputer dalam jarak jauh memberikan keleluasaan terhadap siswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan.
Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya, yang diistilahkan dengan “kesabaran komputer”, dapat membantu siswa yang memiliki kecepatan belajar lambat. Dengan kata lain, komputer dapat menciptakan iklim belajar yang efektif bagi siswa yang lambat (slow learner), tetapi juga dapat memacu efektivitas belajar bagi siswa yang lebih cepat (fast learner).Disamping itu, komputer dapat diprogram agar mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap prestasi belajar siswa.
Dengan kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar pemakainya (record keeping), komputer dapat diprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil belajar secara otomatis. Komputer juga dapat dirancang agar dapat memberikan preskripsi atau saran untuk melakukan kegiatan belajar tertentu. Kemampuan ini mengakibatkan komputer dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran yang bersifat individual (individual learning). Hasil belajar sebelumnya ini dapat digunakan oleh siswa sebagai dasar pertimbangan untuk melakukan kegiatan belajar selanjutnya.
Keuntungan lain dari penggunaan ICT dalam proses belajar dapat meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil. Contoh yang tepat untuk ini adalah program komputer dapat digunakan untuk menganalisis sebuah dialog atau percakapan antar tokoh dalam pembelajaran drama/ teather.
2. Kekurangan Komputer/ ICT
Selanjutnya Benny dan Tita (2000) memberi penjelasan. Di samping memiliki sejumlah kelebihan, komputer/ICT sebagai sarana komunikasi interaktif juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pertama adalah tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program komputer, terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran. Di samping itu, pengadaan, pemeliharaan, dan perawatan komputer yang meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) memerlukan biaya yang relatif tinggi. Oleh karena itu, pertimbangan biaya dan manfaat (cost benefit analysis) perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan komputer untuk keperluan pendidikan.
Masalah lain adalah compability dan incompability antara hardware dan software. Penggunaan sebuah program komputer biasanya memerlukan perangkat keras dengan spesifikasi yang sesuai. Perangkat lunak sebuah komputer seringkali tidak dapat digunakan pada komputer yang spesifikasinya tidak sama.
Di samping kedua hal di atas, merancang dan memproduksi program pembelajaran yang berbasis komputer (computer based instruction) merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Memproduksi program komputer merupakan kegiatan intensif yang memerlukan waktu banyak dan juga keahlian khusus.
Beberapa manfaat atau kegunaan ICT dalam pembelajaran bahasa, sebagai berikut a. membantu meningkatkan pemahaman terhadap materi ajar, b. memungkinkan pemahaman individual c. memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran d. lebih memantapkan pembelajaran dengan berbagai rujukan. memungkinkan belajar seketika f. memungkinkan penyajian materi ajar lebih luas dan merata
Selain itu, masih ada beberapa manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran bahasa yaitu: a.meningkatkan motivasi siswa b. digital portofolio efektif dan efisien c. menambah wawasan dan cakrawala berpikir d.. menumbuhkan jiwa kebersamaan.
Secara umum manfaat adanya teknologi pendidikan menurut Harjanto (1997) adalah : Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (tahu kata – katanya, tetapi tidak tahu maksudnya) 2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. 3) Dengan menggunakan teknologi atau media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa. 4) Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.
Sebagai mana telah dipaparkan di atas bahwa penggunaan alat-alat teknologi/ ICT selain memiliki manfaat yang besar juga memilki kelemahan-kelemaha. Berikut kelemahan-kelemahan tersebut diantanya: adanya ancaman virus, kurangnya interaksi guru dengan siswa, sehingga kurang dapat menanamkan nilai-nilai moral (value).
C. PENUTUP
1. Simpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditarik simpulan bahwa peningkatan kualitas pendidikan atau pembelajaran bahasa dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan media teknologi yang maksimal dan dibarengi dengan kesadaran para guru untuk terus belajar beradaptasi dengan perkembangan teknologi (ICT).
2. Rekomendasi
Begitu sangat pentingnya peningkatan mutu pendidikan atau pembelajaran bahasa dengan ini direkomendasikan bahwa sudah saatnya lembaga pendidikan membuka diri untuk dapat memanfatkan ICT/TIK sebagai media yang efektif dalam kegiatan pembelajaran. Namun, dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

D. REFERENSI
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Kecakapan Hidup di SMA. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Hartoyo. 2010.Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Bahasa. Semarang: Pelita Insani.
Reeves, T.C. 1998. The Impact of Media and Technology in School, a Rresearch Report Prepared for the Bertelsmann Foundation. Ameika Serikat: University of Georgia.
Rulam. 2009. Peranan Teknologi Informasi dalam Kegiatan Pembelajaran. Diambil 30 Januari 2011. dari Info Diknas.com.
Saputro, Uji. at all. Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi. Solo: Tiga Serangkai.
Woodbridge, J. 2004. Technologi Integration as a Transformation Teaching Strategy.
Diambil 2 Februari 2011, dari http://www.techlearning.com
Diambil 2 Februari 2011, dari http://www.techlearning.com.

This entry was posted in Keuntungan dan kerugian penggunaan TIK. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s